09/09/2026

PMI Bali Pastikan Stok Darah Aman, Kebutuhan Golongan AB Masih Jadi Tantangan

PMI Bali Pastikan Stok Darah Aman, Kebutuhan Golongan AB Masih Jadi Tantangan

PMI Bali Pastikan Stok Darah Aman, Kebutuhan Golongan AB Masih Jadi Tantangan/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali memastikan ketersediaan dan stok darah saat ini berada dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, PMI mengakui masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan darah untuk golongan darah tertentu, khususnya AB yang memiliki proporsi pendonor relatif sedikit.

Bendahara PMI Provinsi Bali, Dra. Utami Dwi Suryadi, menyampaikan bahwa stok darah secara keseluruhan memadai karena didominasi oleh pendonor bergolongan darah O. Kebutuhan terhadap golongan darah O di masyarakat juga tercatat paling tinggi sejalan dengan jumlah pemiliknya.

“Stok kita yang sekarang ini masih dalam situasi yang cukup. Namun untuk darah tertentu seperti AB, itu yang jarang ada pendonornya karena memang populasi pemiliknya tidak banyak. Kami di PMI selalu berharap semoga mereka yang bergolongan darah AB mau aktif mendonorkan darahnya,” ujar Utami pada Sabtu (5/9/2026).

Untuk mengantisipasi potensi keterkosongan darah, PMI Bali menjalankan sejumlah langkah proaktif. Unit Donor Darah (UDD) mengerahkan layanan mobile donor yang beroperasi secara rutin setiap sore di area publik seperti Lapangan Bajra Sandi Denpasar, serta memanfaatkan momentum Car Free Day pada hari Minggu. PMI juga menjalin kerja sama strategis dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), berbagai instansi pemerintah, hingga komunitas pendonor “Sahabat PMI”.

Dari berbagai skema pengumpulan tersebut, UDD PMI Provinsi Bali rata-rata mampu menghimpun 100 hingga 150 kantong darah per hari. Jumlah ini dapat melonjak signifikan ketika ada acara atau agenda donor darah berskala besar.

“Kalau di instansi besar seperti hotel-hotel itu hasilnya cukup banyak. Rata-rata UDD Provinsi Bali menerima 100 sampai 150 kantong per hari. Kalau ada event khusus, ketersediaan yang masuk bisa lebih banyak lagi, bisa mencapai 250 hingga 300 kantong,” jelasnya.

Laju sirkulasi dan distribusi darah di PMI Bali dinilai berjalan lancar tanpa mengalami penumpukan berlebih. RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah) Denpasar tercatat sebagai rumah sakit dengan volume permintaan darah tertinggi, disusul oleh sejumlah rumah sakit swasta di wilayah Denpasar. Selain itu, PMI Bali juga menerapkan sistem jejaring antarwilayah untuk menopang kebutuhan di tingkat kabupaten.

“Jadi sirkulasinya cukup bagus dan tidak terlalu lama menumpuk. Jika ada kekurangan darah di kabupaten lain seperti Singaraja, Karangasem, atau Gianyar, kami saling mendukung dan berkoordinasi antarunit Donor Darah Kabupaten dan Provinsi,” pungkas Utami.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE