09/09/2026

Berita Duka: I Gusti Ayu Badri, Istri Mantan Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra, Tutup Usia

Berita Duka: I Gusti Ayu Badri, Istri Mantan Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra, Tutup Usia

Berita Duka: I Gusti Ayu Badri, Istri Mantan Gubernur Bali Prof. Ida Bagus Mantra, Tutup Usia/ ist/balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Bali. I Gusti Ayu Badri, istri dari mendiang mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida Bagus Mantra sekaligus ibunda dari mantan Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, telah berpulang pada Sabtu (5/9/2036). Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga besar, sekaligus menandai hilangnya sosok penting yang berada di balik layar perkembangan kebudayaan dan pendidikan tinggi di Bali.

Dalam lanskap kepemimpinan Bali modern, I Gusti Ayu Badri tidak sekadar berstatus sebagai istri pejabat daerah. Ia diakui sebagai figur pendamping yang anggun, bersahaja, dan secara konsisten mempertahankan kedalaman nilai-nilai tradisi Hindu-Bali di tengah arus modernisasi. Kehadirannya memberikan fondasi sosial dan emosional yang esensial bagi Prof. Mantra dalam mengeksekusi berbagai kebijakan strategis, baik di bidang kebudayaan maupun tata kelola pemerintahan sejak paruh kedua abad ke-20.

Perjalanan hidup I Gusti Ayu Badri lekat dengan rekam jejak pengabdian panjang sang suami. Pada fase awal perintisan pendidikan tinggi di Bali, ia mendampingi Prof. Mantra saat mendirikan Fakultas Sastra cabang Universitas Airlangga pada tahun 1958, yang menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Udayana. Dukungan tersebut terus berlanjut saat Prof. Mantra menjabat sebagai Rektor Pertama Universitas Udayana (1964–1968), menjadikannya sosok pengayom bagi keluarga besar akademisi Denpasar pada masa itu.

Dedikasi I Gusti Ayu Badri beriringan dengan dinamika karier Prof. Mantra di tingkat nasional hingga internasional. Ia terus mendampingi saat sang suami dipercaya sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1968–1978), memimpin sebagai Gubernur Bali selama dua periode (1978–1988), bertugas menjadi Duta Besar RI untuk India (1989–1992), hingga menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (1993–1995).

Dari pernikahan yang berlandaskan keseimbangan antara tradisi luhur dan wawasan global tersebut, lahir lima orang putra-putri yang meneruskan nilai-nilai pengabdian keluarga di berbagai sektor kemasyarakatan. Anak tertua, Ida Ayu Wijayanti, dikenal sebagai figur sentral yang menjaga tradisi keluarga. Putra kedua, Dr. Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, memilih jalur akademis dan profesional.

Putra ketiga, Ida Bagus Oka Udayana, serta putra keempat, Ida Bagus Gde Wirawibawa Mantra, telah berpulang lebih dahulu mendahului ibunda mereka. Sementara itu, putra bungsu, Dr. I.B. Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra), meneruskan jejak kepemimpinan publik keluarga ini dengan menjabat sebagai Wali Kota Denpasar periode 2008–2021 dan aktif sebagai tokoh politik Bali.

Berpulangnya I Gusti Ayu Badri secara resmi menutup satu babak sejarah pengabdian pasangan suami-istri yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk memajukan fondasi kebudayaan, pendidikan, dan pemerintahan di Provinsi Bali.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE