Festival Kuliner Khas Bali Tandai Akhir Tahun di Hotel The Jayakarta

 Festival Kuliner Khas Bali Tandai Akhir Tahun di Hotel The Jayakarta

GM The Jayakarta Bali, Agus Tabah Wardhana (kanan) bersama Manager, Nyoman Kenak, saat meninjau Festival Kuliner Khas Bali. Kegiatan ini dalam rangka peringatan tutup tahun 2020.

Badung, Balikonten.com – Menandai akhir tahun 2020, Hotel The Jayakarta Bali menggelar festival kuliner khas Bali di Restoran Kampung Bali, Hotel The Jayakarta, Legian, Badung. Gelaran itu berlangsung sejak 30 Desember hingga 31 Desember dengan durasi pendek, yakni sejak pukul 14.00 wita hingga 19.00 wita. Durasi itu ditentukan untuk mencegah kerumunan dalam waktu yang lama.

“Tahun baru tidak boleh bikin keramaian, makanya cukup buka warung makan untuk tamu yang kebetulan lewat dipantai,” ujar General Manager The Jayakarta, Agus Tabah Wardhana didampingi manager, Nyoman Kenak saat diwawancarai Kamis (31/12).

Guna menarik perhatian, festival ini menawarkan jajanan khas Bali mulai dari harga Rp.5.000. Kuliner yang disajikan meliputi lawar, betutu, sate lilit, rujak, jajan bali, tuak, sayur plecing dan lainnya. Selain menandai tutup tahun, kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye melestaikan masakan tradisional kepada wisatawan.

“Selama ini kuliner tradisional cukup di restaurant modern. Ya sekaligus kegiatan untuk menyambut tahun baru kami sajikan masakan tradisional dengan harga terjangkau,” ungkapnya. Bukan saja menu tradisional, lokasi kegiatan juga dikonsep tradisional berbasis riasan yang ramah lingkungan seperti anyaman daun kelapa.

Berlangsung selama dua hari, dia menyebut pengunjung cukup membludak, namun kedatangannya silih berganti. “Sampe jam 6 sore sudah dapat jualan Rp.5 jutaan,” terangnya. Meski tergolong murah meriah, dia menyebut kegiatan ini cukup berkesan untuk menutup akhir tahun 2020.

Sebagai pengelola usaha akomodasi, dia berharap tahun 2021 memberi dampak yang baik terhadap sektor pariwisata Bali. Berdasarkan regulasi pemerintah, pihaknya telah memenuhi standar operasional dengan berbasis protokol kesehatan atau CHSE. (801)

 

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!