09/09/2026

Kalender Bali 16 April 2026: Momentum Tepat Memulai Usaha, Namun Hindari Pelaksanaan Yadnya

Hari Baik untuk Memulai Usaha di September 2025

Biz In Bali digelar secara daring pada Senin (17/5). Diskusi ini menghadirkan pebisnis andal, salah satunya Gde Brawiswara Putra.

DENPASAR – Menentukan hari baik atau Ala Ayuning Dewasa tetap menjadi pijakan spiritual yang kental bagi masyarakat di Bali sebelum memulai sebuah aktivitas. Berdasarkan perhitungan kalender Bali untuk Kamis, 16 April 2026, terdapat perpaduan energi yang menarik: sangat produktif untuk urusan ekonomi dan pertanian tertentu, namun memiliki pantangan tegas untuk urusan upacara besar.

Peluang Bisnis dan Sektor Pertanian

Bagi Anda yang berencana membuka kran rezeki, hari ini membawa pengaruh Sedana Yoga dan Jiwa Menganti. Kedua energi ini diyakini sebagai waktu yang sangat baik untuk memulai suatu usaha atau bisnis baru. Tidak hanya soal operasional, hari ini juga disarankan untuk membuat alat-alat berdagang maupun membangun tempat berjualan dengan harapan mendatangkan kemurahan rezeki.

Di sektor pertanian, dinamika dewasa hari ini cukup spesifik. Kehadiran Kala Gumarang Turun menjadi sinyal positif bagi petani yang ingin menanam sirih dan tembakau. Namun, perlu dicatat bahwa hari ini kurang ideal untuk proses pembuatan bibit. Meski Jiwa Menganti mendukung aktivitas bercocok tanam secara umum, keberadaan Kala Mereng memberikan peringatan agar tetap berhati-hati dalam mengolah lahan.

Pembuatan Alat dan Senjata

Bagi para perajin atau mereka yang menggantungkan hidup dari hasil laut dan hutan, Kala Jangkut dan Pamacekan memberikan restu untuk pembuatan alat-alat kerja. Hari ini dipandang baik untuk membuat jaring, pencar, hingga senjata dan tombak penangkap ikan. Selain itu, pengerjaan sawah atau tegalan juga mendapatkan pengaruh positif dari elemen Pamacekan.

Pantangan Upacara Yadnya (Salah Wadi)

Sisi yang paling krusial pada 16 April 2026 adalah larangan dalam pelaksanaan upacara suci. Berdasarkan unsur Salah Wadi, masyarakat disarankan untuk tidak melaksanakan ritual Manusa Yadnya seperti pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), hingga sekadar potong rambut.

Pantangan serupa juga berlaku untuk Pitra Yadnya. Aktivitas seperti penguburan, pengabuan (atiwa-tiwa/ngaben), hingga prosesi nyekah dan ngasti sebaiknya tidak dilakukan pada hari ini. Hal ini dipertegas oleh Pamacekan yang menyebutkan bahwa hari tersebut kurang tepat untuk melaksanakan yadnya secara umum.

Detail Unsur Dewasa Lainnya

Selain poin-poin utama di atas, terdapat beberapa unsur tambahan yang membentuk karakter hari ini:

  • Patra Limutan: Memberikan pengaruh bagi mereka yang berkaitan dengan pemasangan guna-guna atau proteksi spiritual.
  • Pararasan (Laku Surya): Menggambarkan karakter kepemimpinan yang terang.
  • Pancasuda (Satria Wirang): Menandakan adanya ujian atau tantangan yang membutuhkan keteguhan hati.
  • Ekajalaresi (Suka Rahayu): Membawa harapan akan keselamatan dan kebahagiaan.
  • Pratiti (Awidya): Unsur yang mengingatkan pada aspek ketidaktahuan atau kebodohan dalam perjalanan spiritual manusia.

Memahami Ala Ayuning Dewasa bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan upaya harmonisasi antara aktivitas manusia dengan ritme alam semesta agar segala rencana dapat berjalan selaras dan minim hambatan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE