Menentukan Hari Baik Menanam Tanaman Buah pada Juli 2026
ilustrasi menanam sayuran di rumah/ Katya_Ershova/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bagi masyarakat yang masih memegang teguh tradisi agraris nusantara, bercocok tanam tidak sekadar memasukkan benih ke dalam tanah. Ada kalkulasi waktu, harmoni alam, dan kearifan lokal yang turut menentukan keberhasilan panen.
Dalam sistem penanggalan tradisional atau Wariga, bulan Juli 2026 menyimpan beberapa momentum ideal yang dipercaya membawa berkah kesuburan bagi tanaman, khususnya jenis buah-buahan dan umbi-umbian.
Para pencinta tanaman dan petani dapat memanfaatkan hari-hari spesifik ini untuk mulai turun ke lahan. Momentum pertama hadir pada awal bulan, tepatnya tanggal 2 Juli 2026. Berdasarkan perhitungan, hari tersebut bertepatan dengan Kala Lutung Megandong.
Periode ini sangat selaras bagi Anda yang ingin menanam buah-buahan. Selain itu, waktu ini juga menjadi momen paling pas untuk menanam pijer, atau bibit kelapa yang baru saja bertunas.
Masih di hari yang sama, pengaruh Lutung Megandong memberikan cakupan yang lebih luas. Tidak sebatas pada komoditas buah, hari ini juga menjadi waktu yang sangat baik untuk menanam berbagai jenis umbi-umbian. Tanah diyakini memiliki energi yang mendukung perkembangan akar dan pembentukan buah yang optimal pada fase ini.
Memasuki pertengahan bulan, kesempatan baik kembali datang. Kalender tradisional mencatat tanggal 15 Juli 2026 sebagai hari Kajeng Rendetan. Bagi Anda yang sempat melewatkan awal bulan, hari ini menawarkan energi yang serupa. Aktivitas menanam segala jenis tumbuhan yang menghasilkan buah sangat direkomendasikan pada hari ini guna mendapatkan hasil yang melimpah.
Siklus keberuntungan untuk sektor hortikultura ini ternyata tidak langsung hilang. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 18 Juli 2026, Kajeng Rendetan kembali berulang. Momen penutup di bulan Juli ini menjadi kesempatan terakhir yang sangat baik untuk menancapkan bibit tanaman buah ke dalam tanah.
Memilih waktu yang selaras dengan alam merupakan bentuk ikhtiar untuk mencapai hasil panen maksimal. Dengan memanfaatkan kombinasi Kala Lutung Megandong dan Kajeng Rendetan sepanjang Juli 2026, aktivitas bercocok tanam diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan pohon-pohon yang sarat akan buah lebat.
***
