10/09/2026

Menyusuri Desa Penglipuran: Desa Terbersih di Dunia

salah satu sudut tempat wisata di penglipuran bangli

Desa Penglipuran menjadi tujuan untuk liburan tahun baru di Bali/ indonesia.travel/ balikonten

BANGLI, BALIKONTEN.COM – Desa Penglipuran terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali. Desa adat ini terkenal karena mampu mempertahankan kebersihan, budaya, serta nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Nama “Penglipuran” berasal dari kata Pengeling Pura, yang berarti “tempat suci untuk mengenang para leluhur”.

Berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, penduduk Desa Penglipuran merupakan keturunan dari masyarakat Desa Bayung Gede, Kintamani. Mereka kemudian menetap di kawasan Bangli dan membentuk komunitas adat yang memiliki aturan sosial dan keagamaan sendiri.

Sistem kehidupan masyarakat diatur oleh Awig-Awig, yaitu peraturan adat yang mengatur tata kelola desa, lingkungan, dan hubungan sosial antarwarga. Berkat penerapan sistem ini, masyarakat Desa Penglipuran mampu menjaga kebersihan dan keharmonisan lingkungan selama berabad-abad.

Tata Ruang dan Arsitektur Tradisional

Salah satu keunikan utama Desa Penglipuran adalah tata ruang dan arsitektur tradisionalnya yang sangat teratur. Desa ini dibangun berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yaitu filosofi hidup masyarakat Bali yang menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), sesama manusia (pawongan), dan alam (palemahan).

Penataan desa mengikuti konsep Tri Mandala, dengan pembagian ruang menjadi tiga bagian:

  1. Utama Mandala (Utara) – area paling suci, tempat berdirinya pura desa.
  2. Madya Mandala (Tengah) – kawasan pemukiman warga.
  3. Nista Mandala (Selatan) – area pemakaman desa.

Rumah-rumah di Desa Penglipuran dibangun dengan arsitektur Bali tradisional. Seluruh rumah menghadap ke jalan utama, dipagari dengan bambu, dan memiliki gapura khas Bali yang disebut angkul-angkul. Atap rumah umumnya terbuat dari bambu dan rumput alang-alang, menciptakan kesan alami dan harmonis.

Budaya dan Tradisi yang Masih Lestari

Hingga kini, masyarakat Desa Penglipuran masih menjalankan berbagai tradisi adat dan upacara keagamaan sesuai kalender Bali. Setiap kegiatan desa dilakukan secara gotong royong, mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial yang tinggi.

Keunikan lain dari desa ini adalah larangan penggunaan kendaraan bermotor di area pemukiman utama. Pengunjung harus berjalan kaki saat menyusuri desa. Aturan ini diterapkan untuk menjaga kualitas udara, mengurangi polusi suara, serta mempertahankan suasana tenang dan alami di lingkungan desa.

Selain itu, sistem pengelolaan lingkungan diterapkan dengan disiplin. Masyarakat memilah sampah organik dan anorganik, menjaga kebersihan jalan, serta dilarang menebang pohon di kawasan hutan bambu. Kebijakan ini menjadi faktor penting yang membuat Desa Penglipuran diakui dunia sebagai desa terbersih.

Daya Tarik Wisata Desa Penglipuran

Selain keindahan arsitekturnya, Desa Penglipuran menawarkan berbagai daya tarik wisata:

  • Hutan Bambu Penglipuran

Hutan bambu yang luasnya sekitar 40 hektare ini menjadi paru-paru hijau desa. Suasana sejuk dan tenang menjadikannya tempat ideal untuk berjalan santai atau berfoto.

  • Pura Desa dan Upacara Adat

Pura desa menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat setempat. Pengunjung dapat menyaksikan berbagai ritual adat yang sarat makna budaya.

  • Kuliner Tradisional Bali

Wisatawan dapat mencicipi kuliner khas seperti loloh cemcem (minuman herbal Bali), jaje bali (kue tradisional), dan sate lilit.

  • Homestay dan Interaksi Warga Lokal

Beberapa warga menyediakan penginapan sederhana bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat Bali yang ramah dan bersahaja.

Lokasi dan Jam Operasional

Desa Wisata Penglipuran beralamat di Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80611. Desa ini buka setiap hari untuk kunjungan wisatawan mulai pukul 08.00 hingga 18.30 Wita. Pengunjung dikenakan tiket masuk dengan tarif berbeda untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Hasil dari tiket digunakan untuk menjaga kebersihan dan pengelolaan fasilitas desa.

Penghargaan dan Pengakuan Internasional

Desa Penglipuran telah menerima banyak penghargaan nasional maupun internasional atas komitmennya dalam menjaga lingkungan dan budaya. Pada tahun 2016, desa ini dinobatkan sebagai salah satu dari tiga desa terbersih di dunia oleh Green Destinations Foundation.

Selain itu, Desa Penglipuran juga meraih penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Indonesia atas dedikasi masyarakatnya dalam pelestarian lingkungan sejak tahun 1995.

Pada tahun 2023, UNWTO (United Nations World Tourism Organization) menetapkan Desa Penglipuran sebagai salah satu Best Tourism Village di dunia berkat keberhasilan mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan dengan kearifan lokal.

Desa Penglipuran bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga contoh nyata keberhasilan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial.

Dengan tata ruang yang indah, adat yang kuat, serta komitmen terhadap kebersihan, Desa Penglipuran menjadi inspirasi bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana Bali yang tenang dan autentik, jauh dari keramaian kota, Desa Penglipuran adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE