PENAMPAHAN KUNINGAN Bali Blackout, Pertanda Apa? Ini Penyebabnya
Tagihan Listrik Bulan Maret Normal Kembali, PLN Tegaskan Tak Ada Kenaikan Tarif/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Sehari menjelang perayaan Hari Raya Kuningan, Bali mengalami pemadaman listrik massal atau blackout pada Jumat (2/5) sekitar pukul 16.00 WITA. Gangguan ini meluas hampir ke seluruh penjuru Pulau Dewata, memicu kekhawatiran warga yang tengah bersiap menyambut hari suci umat Hindu tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi akibat gangguan pada kabel laut yang menyalurkan listrik dari sistem Jawa-Bali. Gangguan ini menyebabkan kelebihan beban pada sejumlah pembangkit listrik di Bali, sehingga memicu pemutusan arus secara otomatis (trip) di beberapa fasilitas penting.
“Pembangkit Listrik Pesanggaran mengalami trip, sehingga PLTU Celukan Bawang juga tidak mampu menahan beban dan akhirnya ikut trip,” ungkap sumber internal dari PLTU Celukan Bawang.
PLN Bali pun membenarkan adanya gangguan tersebut. Menurut pernyataan salah satu perwakilan PLN, masalah ini berasal dari terganggunya pasokan listrik di subsistem Bali, yang mencakup sejumlah pembangkit lokal.
“Situasi ini sudah menjadi prioritas penanganan kami. Saat ini sedang dalam proses pemulihan dan akan kami informasikan lebih lanjut mengenai waktu normalisasi,” jelas pihak PLN.
Selama ini, kebutuhan energi listrik di Bali dipenuhi oleh kombinasi sumber lokal dan pasokan dari luar pulau. Selain ditopang jaringan dari Jawa Timur melalui kabel laut, Bali juga mengandalkan beberapa pembangkit dalam negeri, di antaranya:
-
PLTU Celukan Bawang: 380 MW
-
PLTG Pesanggaran: 344 MW
-
PLTG Gilimanuk: 130 MW
-
PLTU Pemaron: 80 MW
-
Kabel laut Jawa-Bali: sekitar 340 MW
Kondisi blackout ini menjadi pengingat betapa vitalnya infrastruktur energi untuk stabilitas di Bali, terlebih menjelang hari-hari besar keagamaan yang sarat aktivitas masyarakat. Warga berharap pemulihan dapat segera dilakukan agar perayaan Kuningan tetap berjalan lancar.
