Pulihkan Perekonomian Denpasar, Amerta Klaim Programnya Masuk Akal

 Pulihkan Perekonomian Denpasar, Amerta Klaim Programnya Masuk Akal

Denpasar, Balikonten.com – Made Bagus Kertha Negara menyebutkan dirinya punya cara memulihkan perekonomian di Kota Denpasar saat pandemi Covid-19. Calon Wakil Walikota Denpasar periode 2020-2025 ini menilai pemulihan ekonomi harus segera dilakukan, semasih perekonomian di Denpasar bergairah. Caranya, mengoptimalisasi pendapatan daerah.

Misalnya memberdayakan retribusi parkir di pasar-pasar tradisional, perkantoran, hingga retribusi parkir dari pedagang berlapak mobil. “Perekonomian di Denpasar masih hidup kok, namun harus segera ditangani. Di pasar-pasar tradisional ekonomi tetap hidup, kumpulkan saja 10 persen dari pejualan, parkir dan pedagangnya,” ungkapnya Minggu (11/10).

Itu dia sampaikan saat berjumpa dengan sejumlah wartawan, di rumah perubahan paket Gede Ngurah Ambara Putra dan Gede Bagus Kertha Negara, Amerta, Jl. Tulip, Denpasar Timur. Kata dia, itu hanya salah satu cara, dan masih banyak cara lainnya untuk menggairahkan perekonomian Denpasar, yang tujuannya menyejahterakan masyarakat.

Menurutnya cara-cara yang mereka memiliki sangat masuk akal, saat pandemi sekalipun. “Jika kami terpilih, kami tidak banyak tioritis. Tidak mau ngomong-ngomong tok. Lebih baik kerja konkret,” serunya, yang saat itu didampingi Ketua Pemenangan Amerta, Wayan Mariyana Wandhira. Selain pemulihan ekonomi, aspek kesehatan juga menjadi prioritasnya.

Wandhira yang juga Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar turut menilai program paslonnya masuk akal. Ukurannya, dia menilai program itu tidak berseberangan dengan birokrasi di pemerintahan. Wandhira menyebutkan, merancang program yang realitis merupakan syarat utama yang diajukan Partai Golkar, Nasdem dan Demokrat, untuk mengusung Amerta.

Meyakini programnya berhasil, Kertha Negara yang akrab disapat Sting, dalam debat pada Sabtu (10/10) menyebutkan bahwa mereka butuh waktu dua tahun untuk mewujudkan program pemulihan ekonomi. Dalam mewujudkan target itu, Wandhira mengakui pihaknya butuh kerja keras. Sebab, penerjemahan program itu harus disesuaikan dengan pandemi.

BACA JUGA:  Jalani Uji Kesehatan, Kedua Paslon Pilwali 2020 Bertemu Perdana

“Ya betul. Salah satu yang akan kami lakukan adalah meyakinkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Kami akan terjemahkan dengan pilihan kata yang tepat,” ujar politisi asal Sanur itu. Memengaruhi psikologi masyarakat dengan konsep tersebut dipandangnya efektif, karena dapat membangun keterikatan dan kesadaran gerakan bersama.

“Mengedukasi masyarakat dengan isi kepala berbeda, memang susah. Tapi kalau diberi gambaran, tentang kemerosotan ekonomi ketika masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan, mau kah?,” ungkapnya. Pemahaman itulah yang akan mereka lakukan, demi terwujudnya program pemulihan ekonomi dengan tenggat waktu dua tahun. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!