09/09/2026

Selaraskan Tri Hita Karana, Gus Cilik Ajak Masyarakat Denpasar Jaga Lingkungan Dengan Aksi Nyata

Selaraskan Tri Hita Karana, Gus Cilik Ajak Masyarakat Denpasar Jaga Lingkungan Dengan Aksi Nyata

Selaraskan Tri Hita Karana, Gus Cilik Ajak Masyarakat Denpasar Jaga Lingkungan Dengan Aksi Nyata/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Denpasar bersama DPD Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar Lomba Kerakyatan yang dirangkaikan dengan Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI di Jalan Ir. Juanda Nomor 4, Niti Mandala Renon, aDenpasar, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan aksi sosial dan pemeliharaan lingkungan ini difokuskan pada penguatan filosofi kearifan lokal Bali, Tri Hita Karana, khususnya dalam menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam dan lingkungan sekitar.

Aksi lingkungan tersebut menjadi rangkaian dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September 2026 mendatang.

Sebelum dipusatkan di Denpasar, aksi pelestarian lingkungan serupa telah dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah, meliputi Kabupaten Badung, Bangli, Tabanan, Buleleng, Jembrana, hingga Gianyar.

Khusus kader DPC Kota Denpasar, rangkaian acara diawali dengan gerak jalan, touring sepeda motor ke Kintamani, penanaman pohon di kawasan Danau Batur dan Bukit Penulisan, hingga aksi bersih-bersih di Pantai Sanur.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Drs. A. A. Ketut Asmara Putra alias Gus Cilik, menjelaskan bahwa Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI merupakan program yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) atas instruksi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini terkait dengan Ulang Tahun Partai Demokrat ke-25 pada 9 September nanti,” ujar Gus Cilik.

Lebih lanjut, Gus Cilik yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Denpasar menegaskan pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana sebagai pilar pergerakan sosial untuk mengembalikan dan memelihara kelestarian alam Bali.

“Kebenaran harus disampaikan, kekeliruan harus kita perbaiki. Kegiatan ini adalah wujud ajaran Tri Hita Karana, menjaga keharmonisan antar manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungan. Ini adalah pergerakan sosial untuk memelihara lingkungan, mengembalikan lingkungan agar kembali asri,” ujar Gus Cilik.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Cilik memberikan sorotan tajam terkait isu pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap masa depan pariwisata Pulau Dewata. Menurutnya, kebersihan alam merupakan fondasi utama perekonomian masyarakat Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Mudah-mudahan ini sebagai edukasi untuk masyarakat, pembelajaran bahwa alam itu harus dikembalikan dan dipelihara dengan baik, mengingat Bali adalah destinasi pariwisata. Alam sudah bekerja sesuai siklus hidupnya; pohon menghasilkan oksigen yang kita butuhkan, dan kita mengeluarkan CO2 untuk pohon,” lanjutnya.
Gus Cilik memaparkan kekhawatirannya.

Ia menyoroti permasalahan klasik perkotaan seperti sampah dan banjir yang melanda Denpasar akibat pembuangan sampah liar, penebangan pohon, hingga pendangkalan sungai. Gus Cilik secara khusus mengingatkan ancaman bahaya limbah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme tanah.

Lebih lanjut, Gus Cilik menjelaskan filosofi keseimbangan rantai makanan dan siklus kehidupan alam yang telah diciptakan Tuhan secara sempurna, di mana setiap komponen makhluk hidup saling menopang satu sama lain.

Siklus alami tersebut juga terlihat pada rantai makanan biologis di mana hewan herbivora dimakan oleh karnivora, lalu dimakan oleh omnivora yang mengonsumsi tumbuhan dan daging. Ketika omnivora mati, penguraian oleh bakteri akan menutrisi tanah sehingga menjadi subur dan menumbuhkan pepohonan kembali.

“Mudah-mudahan ini sebagai edukasi untuk masyarakat, pembelajaran bahwa alam itu harus dikembalikan dan dipelihara dengan baik,” lanjutnya.

Gus Cilik juga mengimbau pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan penanganan masalah lingkungan di Kota Denpasar agar penanganan masalah lingkungan dapat terwujud dengan baik.

“Jangan kita biarkan pemerintah sendiri, kita harus berkoordinasi. Demikian juga pemerintah, jangan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Kita apresiasi Pak Wali Kota yang sudah menginstruksikan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kita harus bersinergi bersama-sama memperhatikan lingkungan,” tambah Gus Cilik.

Dalam aksi lingkungan di Denpasar, Demokrat Bali secara khusus menanam 25 pohon kenanga, 25 pohon cempaka, dan 25 pohon kembang sepatu. Angka 25 tersebut dipilih secara khusus untuk menyimbolkan usia seperempat abad Partai Demokrat.

Selain penanaman pohon, aksi kepedulian lingkungan ini juga diisi dengan kegiatan melepas burung, menebar ikan, serta edukasi pemilahan sampah.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE