Sinergi Disdikpora Bali dan SMAN 4 Denpasar, Bentuk Karakter Siswa Lewat MPLS Ramah
Sinergi Disdikpora Bali dan SMAN 4 Denpasar, Bentuk Karakter Siswa Lewat MPLS Ramah / balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA di Provinsi Bali resmi dimulai dengan menekankan konsep ramah anak dan penguatan nilai karakter sejak dini. Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam membenahi ekosistem pendidikan serta mencetak generasi masa depan yang beradab.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., menegaskan pentingnya menyentuh aspek psikologis dan nilai moral siswa baru di tingkat hulu (sekolah) guna mencegah degradasi moral di masyarakat.
“Pendidikan adalah modal dasar kemajuan peradaban. Jika di hulu tidak dibenahi melalui MPLS yang ramah dan berbasis nilai moral, kita akan melihat kegagalan ekosistem sosial dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan,” ujar Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.
Salah satu sekolah yang menerapkan prinsip tersebut adalah SMA Negeri 4 Denpasar. Pada tahun ajaran baru ini, sebanyak 428 siswa baru dipastikan mengikuti kegiatan MPLS yang dirancang menyenangkan dan edukatif selama lima hari, dari Senin hingga Jumat.
Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh jalannya MPLS mengacu pada petunjuk teknis yang ada dengan mengutamakan kenyamanan para calon siswa kelas 10.
“Kami ingin menciptakan MPLS yang ramah dan menyenangkan agar anak-anak mengikutinya dengan gembira sembari mengenali lingkungan sekolah, para guru, dan teman-teman barunya,” kata I Made Sudana.
Selain fokus pada pengenalan budaya sekolah, disiplin, kesiswaan, serta sarana prasarana, SMAN 4 Denpasar juga memberikan gebrakan materi baru dalam MPLS kali ini. Sekolah ini ditunjuk oleh dinas terkait untuk mulai memperkenalkan model pembelajaran mendalam (deep learning) dan dasar-dasar coding kecerdasan buatan (AI).
Melalui integrasi materi karakter dan teknologi, diharapkan para siswa baru tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memiliki etika, karakter dan berbudaya, serta kepedulian lingkungan yang kuat selama menempuh pendidikan.
***
