09/09/2026

Urai Kemacetan, Pemkab Badung Rancang Pembangunan Jalan Terowongan Bawah Tanah Pertama di Indonesia

Urai Kemacetan, Pemkab Badung Rancang Pembangunan Jalan Terowongan Bawah Tanah Pertama di Indonesia

Urai Kemacetan, Pemkab Badung Rancang Pembangunan Jalan Terowongan Bawah Tanah Pertama di Indonesia/ balilkonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai menyiapkan terobosan baru untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang kian krusial. Pemkab Badung merancang pembangunan jalan terowongan (tunnel) bawah tanah sepanjang 2,4 kilometer sebagai jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat menuju Canggu, Mengwitani, hingga Werdi Bhuwana.

Gagasan ini mengemuka karena kondisi koridor Gatsu Barat menuju Canggu telah padat oleh kawasan permukiman dan perumahan, sehingga pembangunan jalan baru di atas permukaan sulit dilakukan. Oleh karena itu, penerapan teknologi terowongan menjadi solusi strategis untuk menyediakan akses baru tanpa bergantung pada ruang permukaan yang semakin terbatas.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyampaikan, penerapan teknologi terowongan menjadi satu-satunya pilihan realistis di tengah padatnya kawasan pemukiman saat ini.

“Untuk main gate-nya dari Gatot Subroto ke Canggu ada di Gatsu Barat. Melihat banyaknya pembangunan perumahan di sana, kalau kami terpaku dengan kondisi existing sekarang, tentu kami tidak akan pernah bisa membuat jalan. Akhirnya kami menerapkan teknologi dengan membuat tunnel bawah tanah sepanjang sekitar 2,4 kilometer,” ujar Adi Arnawa usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Badung, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, setelah keluar dari pintu terowongan, jalur akan terbagi ke arah kiri menuju Canggu serta ke arah kanan menuju Mengwi dan Werdi Bhuwana. Langkah ini menjadi bagian dari konsep besar Pemkab Badung untuk melingkari wilayahnya dengan jaringan jalan lingkar (ring road) guna membuka akses menuju Badung Utara.

Proyek pembangunan jalan baru ini diperkirakan total akan membentang sepanjang 19 kilometer secara keseluruhan, dengan bagian terowongan bawah tanah sepanjang 2,4 kilometer.

Untuk mematangkan konsep teknis dan bentuk konstruksi, Pemkab Badung telah menggandeng tim konsultan asal Shanghai yang diberi waktu tiga minggu untuk menyusun kajian awal. Jika berhasil terealisasi, proyek ini diproyeksikan menjadi jalan terowongan bawah tanah pertama di Indonesia.

Pembangunan terowongan bawah tanah ini masuk ke dalam perencanaan tahap kedua yang menyasar wilayah Badung Tengah dan Utara. Proses pembebasan lahan ditargetkan dimulai pada 2027, disusul pengerjaan fisik konstruksi pada 2028, dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2028.

Sebelum melangkah ke tahap kedua, Pemkab Badung telah menjalankan percepatan pembangunan infrastruktur tahap pertama sejak 2025 hingga 2026. Tahap pertama ini mencakup beberapa proyek vital, diantaranya;

Jalan Lingkar Selatan (Barat): Mengurai kemacetan kawasan GWK dan akses Jimbaran menuju Uluwatu, ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Jalur Berawa menuju Teuku Umar Barat: Sepanjang 4,7 kilometer untuk mengatasi kemacetan Canggu dan Berawa, ditargetkan selesai akhir Desember 2026.

Jalur Balai Setra/Pecatu menuju Savaya dan Melasti:Ditargetkan tuntas pada tahun 2027.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE