Anggaran Pertanian dengan Pariwisata Perlu Diseimbangkan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk memberikan perhatian finansial yang seimbang antara sektor pertanian dan pariwisata. Sektor pertanian dinilai memiliki peran mendasar bukan sekadar penopang pangan, melainkan benteng ekologi dan kelestarian budaya Bali.
Puspa Negara menegaskan perlunya grand remind atau penataan ulang pola pikir pemerintah daerah dalam menyusun alokasi anggaran pembangunan. Keberlangsungan pariwisata Bali dianggap sangat bergantung pada daya tahan bentang alam dan budaya yang dirawat oleh para petani.
“Pertanian adalah fondasi dari setiap kehidupan kita. Selain menghasilkan pangan, pertanian adalah pertahanan ekologi dan pertahanan budaya. Tanpa petani, alam ini tidak akan dirawat dan kebudayaan kita tidak akan bertahan. Sektor pariwisata sangat tergantung pada sektor pertanian,” kata Puspa Negara.
Ia membandingkan besarnya perhatian anggaran terhadap penanganan sampah yang mencapai Rp334 miliar pada APBD Perubahan dengan kebutuhan alokasi di sektor pertanian. Menurutnya, pembiayaan pertanian idealnya bisa melampaui angka tersebut demi memberikan insentif konkret bagi para pelaku usaha tani.
“Dari point of view saya, sektor pertanian justru harus diperkuat, bila perlu equal (setara) dengan penguatan di sektor pariwisata. Anggaran sampah saja ada Rp334 miliar, kita harap sektor pertanian juga bisa didorong seiring dengan pertumbuhan pariwisata,” tambahnya.
Ia mendorong penguatan anggaran pertanian yang mencakup empat aspek utama: penyediaan sarana produksi (saprodi), intensifikasi penyuluhan pertanian, jaminan penyerapan pasar (link market), serta bentuk insentif langsung bagi petani.
“Pemkab Badung harus memastikan sektor pertanian tetap tumbuh berkelanjutan agar keseimbangan ekosistem dan adat budaya Bali tetap terjaga di tengah pesatnya modernisasi,” pungkasnya.
***
