09/09/2026

Begini Pesan Dewan Pers pada Pelantikan Pengurus JMSI Jatim

Begini Pesan Dewan Pers pada Pelantikan Pengurus JMSI Jatim

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Wakil Ketua Dewan Pers Bidang Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Yogi Hadi Ismanto, menegaskan pentingnya profesionalisme dalam industri media siber di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi informasi. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur periode 2025–2030 di Grand Mercure Hotel Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Pelantikan pengurus JMSI Jawa Timur dipimpin Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, didampingi Sekretaris Platform Digital JMSI, Iqbal Irsyad. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik.

Selain Yogi Hadi Ismanto, FGD menghadirkan Wakil Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., serta Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa. Diskusi dimoderatori Ketua PWI Jawa Timur sekaligus Ketua Pembina JMSI Jatim, Lutfil Hakim.

Dalam paparannya, Yogi menekankan bahwa profesionalisme media dibangun melalui peningkatan kompetensi wartawan, verifikasi perusahaan pers, serta penguatan literasi media dan etika jurnalistik.

Menurutnya, perusahaan pers yang telah terverifikasi memiliki legitimasi sebagai perusahaan yang sehat dan profesional, baik dari sisi tata kelola, operasional, maupun kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa verifikasi perusahaan pers bukanlah kewajiban, melainkan hak yang dapat dimanfaatkan perusahaan media untuk memperoleh pengakuan atas standar yang telah dipenuhi.

“Verifikasi merupakan hak perusahaan pers untuk mendapatkan pengakuan bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan Dewan Pers,” ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurut Yogi, UKW merupakan hak wartawan untuk memperoleh pengakuan kompetensi profesi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, mengapresiasi kiprah JMSI Jawa Timur yang dinilai aktif membina dan mendampingi perusahaan pers anggota di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks.

“Di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi industri media, peran seperti ini patut diapresiasi karena tidak mudah menjaga marwah jurnalisme di tengah tekanan ekonomi dan perubahan algoritma platform digital,” katanya.

Teguh menyoroti kondisi industri media yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi cukup berat. Di satu sisi jumlah perusahaan media dan wartawan terus bertambah, namun di sisi lain sumber pendapatan media semakin terbatas sehingga diperlukan inovasi dan penguatan tata kelola perusahaan.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Surokim. Ia menilai masih banyak media digital yang dibangun tanpa visi dan strategi bisnis yang jelas.

“Banyak media online lahir hanya karena ikut-ikutan tren, tanpa inovasi, visi yang kuat, maupun evaluasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan apresiasi terhadap peran JMSI dalam menjawab tantangan transformasi media di era digital.

Menurutnya, Pemprov Jawa Timur siap memperkuat kolaborasi dengan JMSI melalui berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk pengembangan platform Klinik Hoaks yang selama ini dikelola Diskominfo Jawa Timur.

Ketua JMSI Jawa Timur, Syaiful Anam, mengatakan kepengurusan periode 2025–2030 memiliki karakter yang berbeda dibanding periode sebelumnya. Sekitar 80 persen pengurus merupakan wajah baru dengan komposisi yang lebih muda dan representatif dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Jika sebelumnya kepengurusan lebih banyak berasal dari Surabaya, kini pengurus JMSI Jatim berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Syaiful, JMSI Jawa Timur berkomitmen membantu perusahaan pers anggota agar semakin profesional melalui berbagai program pelatihan, pendidikan, seminar, diskusi kelompok terarah (FGD), hingga lokakarya.

Selain itu, JMSI juga akan terus memperkuat jejaring kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai organisasi yang mendukung penguatan ekosistem media siber yang sehat dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, JMSI Jawa Timur juga menyerahkan JMSI Jatim Award kepada sejumlah tokoh, instansi pemerintah, unsur TNI, dan korporasi yang dinilai berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung keberlangsungan media siber yang profesional.

Penghargaan diberikan kepada Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, serta korporasi PT AKR dan SKK Migas Jabanusa.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE