10/09/2026

Bongkasa Rayakan Bulan Bahasa Bali, Selipkan Lomba Vlog Sampah sebagai Masalah Nyata

Bongkasa Rayakan Bulan Bahasa Bali, Selipkan Lomba Vlog Sampah sebagai Masalah Nyata

Bongkasa Rayakan Bulan Bahasa Bali, Selipkan Lomba Vlog Sampah sebagai Masalah Nyata/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Wantilan Pura Desa Bongkasa tampak semarak, Jumat (20/2/2026). Bulan Bahasa Bali 2026 digelar bukan sekadar seremoni, melainkan panggung aktualisasi bahasa dan sastra Bali yang berkelindan dengan isu kekinian.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Pj. Perbekel Desa Bongkasa, I Made Sukarada. Tanda dimulainya rangkaian Bulan Bahasa Bali itu sekaligus menjadi penegasan komitmen desa dalam menjaga bahasa, sastra, dan budaya Bali agar tetap hidup di tengah arus perubahan.

Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali Desa Bongkasa, I Wayan Miarsa Darmita, menyebut ragam lomba dirancang lintas usia dan minat. Mulai dari lomba busana adat ke pura tingkat TK, macecimpedan tingkat SD, dharma gita dan dharma suaka tingkat Sekaa Teruna Truni (STT), karaoke lagu pop Bali kategori umum, hingga lomba video vlog berbahasa Bali.

“Untuk tahun ini kami menonjolkan lomba vlog bertema pengolahan sampah berbasis sumber. Sementara lomba nyurat aksara Bali dan ngwacen tidak kami gelar karena sudah dilaksanakan tahun lalu dan diselenggarakan di banjar,” ujarnya.

Angkat lomba vlog tersebut, kata Miarsa, merupakan upaya menyelaraskan pelestarian bahasa dengan tantangan nyata di masyarakat. Desa Bongkasa yang berstatus desa wisata dituntut memiliki kesadaran lingkungan, sekaligus kemampuan menyampaikan pesan itu melalui bahasa Bali yang komunikatif dan kontekstual. Ia berharap, pada tahun-tahun mendatang, jenis lomba dapat diperluas dan kemeriahan semakin meningkat tanpa kehilangan substansi.

Menariknya, setiap kategori lomba tidak berhenti pada penilaian. Usai pelaksanaan, para juri diberi ruang untuk menyampaikan evaluasi dan arahan. Peserta mendapatkan penjelasan langsung terkait tata cara berbusana adat yang baik dan benar, teknik menyanyikan lagu, penyajian cecimpedan, hingga pendalaman materi dharma suaka dan dharma gita. Skema ini diharapkan memberi nilai tambah berupa pengetahuan dan pembelajaran, bukan semata mengejar juara.

Pj. Perbekel Desa Bongkasa, I Made Sukarada, S.Pd.SD, memaknai tema Patitis Atma Kerthi Pinaka Udiana Purwananing Jiwa sebagai ajakan merawat bahasa Bali sebagai getaran jiwa. Bahasa dan seni Bali, menurutnya, menghadirkan vibrasi kebahagiaan sekaligus kesempurnaan batin.

“Aksara Bali itu bernilai seni tinggi. Jika kita memahaminya, jiwa kita ikut disempurnakan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi pelestarian adat dan budaya Bali, sebagaimana kebijakan penggunaan bahasa Bali dan busana adat Bali pada hari Kamis. “Bahasa dan busana adat bukan sekadar simbol, tetapi cara merawat identitas agar tidak tergerus zaman,” ujarnya.

Apresiasi datang dari Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos. Menurutnya, lomba vlog berbahasa Bali bertema penanganan sampah mencerminkan kepekaan Desa Bongkasa membaca isu aktual.

“Ini selaras dengan persoalan lingkungan yang kita hadapi hari ini. Pendekatannya kontekstual dan berbeda dibanding pelaksanaan di desa-desa lain,” katanya.

Ke depan, ia mendorong sinergi lebih awal antara panitia Bulan Bahasa Bali dengan Widyasabha kecamatan dalam perancangan lomba Utsawa Dharmagita. Langkah ini dinilai strategis sebagai jembatan menjaring bibit-bibit unggul yang kelak dapat menjadi duta budaya di tingkat kecamatan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE