09/09/2026

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Rute Domestik Bali, Koster sebut Penerbangan Internasional Tetap Normal

Layani 23,9 Juta Penumpang Selama 2024, Jumlah Penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai Naik 12 Persen

Layani 23,9 Juta Penumpang Selama 2024, Jumlah Penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai Naik 12 Persen/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan signifikan terhadap aktivitas penerbangan domestik dari dan menuju Bali. Dampak erupsi ini terjadi setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara, yang berimbas pada operasional penerbangan dari Bali menuju Jakarta maupun rute ke daerah lain yang terkoneksi melalui Jakarta.

Gubernur Bali Wayan Koster mengonfirmasi bahwa penutupan bandara tersebut membuat sejumlah penumpang yang hendak kembali dari Bali menuju Jakarta tidak dapat terbang pada Minggu (6/9/2026). Koster menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk menangani para calon penumpang yang terdampak.

“Kemarin saya koordinasi dengan Angkasa Pura. Bandara Soekarno-Hatta tutup sehingga penerbangan menuju Soekarno-Hatta dan ke daerah lain yang konek dengan Soekarno-Hatta tidak bisa jalan, termasuk penumpang kita yang di Bali mau balik ke Jakarta kemarin tidak bisa,” ujar Koster, Senin (7/9).

Ia menambahkan bahwa situasi di lapangan telah ditangani dengan baik oleh pihak Angkasa Pura melalui mekanisme pengembalian dana tiket (refund). Para penumpang juga memahami situasi darurat tersebut karena disebabkan oleh faktor alam. Akibat penundaan penerbangan ini, sebagian besar wisatawan domestik memilih untuk memperpanjang masa menginap mereka di Bali.

“Penumpang sangat memahami situasi tersebut, karena Ini adalah peristiwa alam, tidak bisa balik. Itu pada memperpanjang menginap di Bali,” ujarnya.

Meski jalur penerbangan domestik terganggu, Koster menegaskan bahwa operasional penerbangan internasional menuju Bali tetap berjalan normal tanpa kendala. “Tapi kalau yang berkaitan dengan penerbangan internasional yang ke Bali, sama sekali gak ada gangguan. Kita berjalan dengan lancar, gak ada masalah apa-apa,” tegasnya.

Gangguan pada jalur penerbangan dari Jakarta mulai memengaruhi arus kunjungan wisatawan domestik ke Pulau Dewata, mengingat Soekarno-Hatta merupakan salah satu hub penerbangan paling vital menuju Bali. Koster pun mengajak masyarakat untuk berdoa agar aktivitas vulkanik segera mereda demi memulihkan akses transportasi udara.

“Kita berharap mudah-mudahan erupsi Gunung Anak Krakatau itu bisa segera berakhir sehingga penerbangannya dari Soekarno-Hatta ke Bali dan juga ke daerah lain agar bisa normal kembali,” pungkasnya.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE