09/09/2026

Lima Jam Evakuasi Pendaki Jatuh ke Jurang di Gunung Agung, Cuaca Jadi Kendala

Lima Jam Evakuasi Pendaki Jatuh ke Jurang di Gunung Agung, Cuaca Jadi Kendala

Lima Jam Evakuasi Pendaki Jatuh ke Jurang di Gunung Agung, Cuaca Jadi Kendala/ balikonten

KARANGASEM, BALIKONTEN.COM – Tim SAR gabungan berjibaku selama hampir lima jam untuk mengevakuasi seorang pendaki Gunung Agung yang terjatuh ke jurang di ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), Minggu (6/9/2026).

Pendaki tersebut diketahui bernama Komang Sandi Darmawan (15), warga Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Ia terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 12 meter saat melakukan pendakian bersama seorang rekannya.

Informasi mengenai kecelakaan tersebut diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem sekitar pukul 08.30 WITA dari pelapor bernama Wayan Widiyasa. Berdasarkan laporan awal, korban diperkirakan terjatuh sekitar pukul 06.30 WITA.

Sebelumnya, korban bersama rekannya mulai mendaki Gunung Agung dari kawasan Pasar Agung sekitar pukul 00.30 WITA. Namun, dalam perjalanan menuju puncak, Sandi mengalami kecelakaan dan terperosok ke jurang.

Begitu menerima laporan, petugas siaga Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem langsung berkoordinasi dengan pemandu lokal Gunung Agung untuk memberikan pertolongan awal sekaligus mempercepat proses evakuasi.

Sekitar pukul 07.30 WITA, tim pertama atau tim aju diberangkatkan lebih dahulu. Sebanyak 25 pemandu lokal Pasar Agung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

“Tim satu yang terdiri dari 25 orang pemandu lokal Pasar Agung bergerak mendahului melakukan proses evakuasi,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara.

Sementara itu, sebanyak 13 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem tiba di Pos Pasar Agung sekitar pukul 09.50 WITA. Setelah melakukan pembagian tugas, tim kedua bergerak menuju lokasi pada pukul 10.00 WITA.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam 15 menit, tim kedua akhirnya bertemu dengan tim pertama di ketinggian kurang lebih 1.900 mdpl.

Untuk memperkuat proses evakuasi, tim ketiga yang terdiri dari enam personel SAR gabungan kembali diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 11.50 WITA.

Perjuangan tim SAR tidak berjalan mudah. Kondisi medan pegunungan diperberat oleh cuaca yang kurang bersahabat. Hujan gerimis dan kabut tebal membuat jarak pandang di lokasi hanya sekitar 20 meter.

“Hampir lima jam proses evakuasi, dari tim satu sampai tim tiga sampai di Posko Pasar Agung. Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca, di mana cuaca hujan gerimis, kabut tebal dengan visibility 20 meter,” ungkap Bhayangkara.

Setelah melalui proses evakuasi yang cukup panjang, korban bersama tim SAR gabungan akhirnya berhasil tiba di posko area parkir Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem, sekitar pukul 12.15 WITA.

Korban kemudian mendapat penanganan medis awal dari petugas Puskesmas Selat. Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 12.25 WITA, Sandi dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Puskesmas Selat, pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung Selat, serta pihak keluarga korban.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat, terutama para pemandu lokal yang bergerak lebih dahulu menuju lokasi korban di tengah kondisi cuaca berkabut dan medan Gunung Agung yang cukup berat.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE