IHSG Tembus 7.000, Saham IPO dan Finansial Jadi Pendorong Utama
ilustrasi grafik pergerakan saham/ balikonten
JAKARTA, BALIKONTEN.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level 7.000 pada sesi perdagangan pagi ini, Kamis (10/7/2025). Hingga pukul 10.20 WIB, IHSG menunjukkan performa solid dengan 362 saham menguat, 197 saham melemah, dan 408 saham stagnan. Aktivitas pasar juga terlihat ramai, mencatatkan nilai transaksi Rp4,7 triliun dengan volume perdagangan 6,88 miliar saham dalam 516.700 kali transaksi.
Hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru, yaitu PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), dan PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI). Dari keempat emiten tersebut, tiga di antaranya, yakni CHEK, MERI, dan BLOG, langsung melesat hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Sementara itu, PMUI menjadi satu-satunya yang tertekan hingga batas bawah.
Selain emiten baru, saham-saham IPO yang telah melantai sebelumnya seperti PSAT dan CDIA juga terus melaju kencang, mencatatkan penguatan hingga menyentuh batas ARA. Di luar saham IPO, beberapa saham lain ikut mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan, seperti IOTF yang melonjak 26,4%, AIMS naik 24,8%, Laba menguat 14,3%, dan INOV meningkat 13,8%.
Sektor finansial menjadi motor utama penguatan IHSG hari ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan kontribusi terbesar, menyumbang 16,83 poin bagi kenaikan indeks. Kinerja sektor ini turut mengerek optimisme pelaku pasar terhadap laju bursa domestik.
Pasar Asia-Pasifik Bervariasi di Tengah Kebijakan Tarif AS
Di kawasan Asia-Pasifik, pergerakan indeks saham tampak beragam pada pembukaan perdagangan hari ini. Pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang penerapan tarif baru sebesar 50% untuk impor dari Brasil, yang berlaku mulai 1 Agustus 2025, menjadi sorotan. Tarif ini naik tajam dari sebelumnya 10% yang ditetapkan pada April lalu. Dalam pernyataannya, Trump menyebut kebijakan ini sebagai respons atas hubungan dagang yang dinilai “tidak adil” antara AS dan Brasil, sekaligus sebagai bentuk pembalasan terkait proses hukum terhadap mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,45%, diikuti Topix yang turun 0,54%. Sebaliknya, di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,24%, dan Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik 0,44%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mencatatkan kenaikan 0,51%.
Faktor Pendorong dan Tantangan ke Depan
Laju kencang IHSG diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang pekan ini, didorong oleh tingginya minat investor terhadap saham-saham IPO. Selain itu, data penjualan ritel Indonesia yang positif menjadi sinyal adanya perbaikan daya beli masyarakat, terutama untuk kebutuhan pokok, yang turut mengerek optimisme di pasar keuangan.
Meski begitu, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah faktor eksternal, seperti hasil rapat FOMC Minutes dan perkembangan negosiasi dagang global. Sentimen positif dari Wall Street, yang ditutup hijau, diharapkan dapat memperkuat pergerakan IHSG hari ini.
Dengan pergerakan saham yang dinamis dan sentimen pasar yang beragam, investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan terkini guna mengambil keputusan investasi yang tepat.
***
