Pemerintah Bakal Garap 22 Proyek Strategis, Koster Sebut Fokus Pemerataan dan Atasi Kemacetan
Pemerintah Bakal Garap 22 Proyek Strategis, Koster Sebut Fokus Pemerataan dan Atasi Kemacetan/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Upaya pemerataan pembangunan di Bali mulai dipercepat. Pemerintah Provinsi Bali bersama tiga daerah—Badung, Denpasar, dan Gianyar—menyepakati percepatan 22 Proyek Strategis untuk menjawab persoalan ketimpangan wilayah dan kemacetan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Kantor Gubernur Bali, Renon, Senin (13/4/2026), oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama kepala daerah terkait.
Kolaborasi Dana untuk Pemerataan
Program ini dijalankan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK), yang bersumber dari daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi, khususnya dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk membantu pembangunan di wilayah lain di Bali, sebagai upaya pemerataan.
Fokus Infrastruktur dan Konektivitas
Sejumlah proyek utama difokuskan untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Beberapa di antaranya:
- Jalan Gatot Subroto Barat – Canggu
- Jalan Sunset Road – Mahendradatta
- Underpass Tohpati
Selain itu, pembangunan Jalan Batas Kota Singaraja – Mengwitani menjadi proyek kunci untuk membuka akses Bali Utara.
Dorong Pemerataan di Luar Bali Selatan
Tak hanya di kawasan selatan, proyek juga menyasar wilayah lain seperti:
- Jalan Lingkar Nusa Penida
- Jalan Kusamba – Padangbai
- Pengembangan pelabuhan di Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Sentuh Sektor Budaya dan Pertanian
Selain infrastruktur, proyek juga mencakup:
- Restorasi kawasan Pura Agung Besakih
- Pusat pengolahan gabah dan pakan ternak di Tabanan
Ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, budaya, dan ketahanan pangan.
Total 22 Proyek Strategis
Jumlah proyek kini menjadi 22, setelah sebelumnya 20 proyek. Perubahan terjadi karena sebagian proyek diambil alih pemerintah pusat melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN), sekaligus penambahan proyek baru oleh Pemprov Bali.
Menjawab Masalah Klasik Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut, proyek ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan klasik di Bali, seperti:
- kemacetan
- ketimpangan wilayah
- keterbatasan infrastruktur
- Arah Baru Pembangunan Bali
Program ini menjadi langkah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di Bali Selatan, tetapi juga dirasakan hingga wilayah utara, timur, dan barat.
***
