Juri Soroti Pentingnya Regenerasi Pembuat Layangan Pecukan di Bali
Juri Soroti Pentingnya Regenerasi Pembuat Layangan Pecukan di Bali/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Regenerasi menjadi salah satu harapan besar dalam pelestarian layangan tradisional Pecukan yang diperlombakan pada Jantra Tradisi Bali di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.
Tim Juri dari Pelangi Bali asal Intaran, Sanur, Wayan Duduk Puri Raharja, mengapresiasi dukungan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Ia menilai proses pewarisan ilmu kini semakin terbuka dibandingkan masa lalu.
“Kalau tetua dulu, sikut (ukuran/rumus arsitektur layangan) yang ada itu cenderung disembunyikan. Berbeda dengan sekarang, semuanya serba terbuka dan anak-anak zaman sekarang lebih cepat menangkap (belajar),” kata Wayan Duduk.
Menurutnya, penilaian lomba tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mencakup proses pemilihan bahan, ketepatan pembuatan sikut, teknik agar layangan mampu terbang dengan baik, hingga kualitas guwangan sebagai penghasil suara.
Meski tahun ini hanya diikuti lima tim dari Gianyar, Denpasar, dan Badung, panitia berharap seluruh kabupaten dan kota di Bali dapat berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya sehingga tradisi layangan Pecukan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
***
