13/09/2026

Koster Ingatkan Sekolah di Bali Perkuat Pelajaran Karakter dan Bahasa Bali

Koster Ingatkan Sekolah di Bali Perkuat Pelajaran Karakter dan Bahasa Bali

Koster Ingatkan Sekolah di Bali Perkuat Pelajaran Karakter dan Bahasa Bali/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pendidikan formal saat ini dinilai terlalu berfokus pada capaian akademik dan ilmu sains semata. Anak-anak dituntut mengejar nilai tinggi pada mata pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi, namun di sisi lain pembentukan karakter, moralitas, serta etika kerap kali terabaikan.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengingatkan seluruh satuan pendidikan di Bali untuk memperkuat penguatan karakter dan bahasa Bali dalam lingkungan sekolah. Langkah ini ditegaskan lewat pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 7 Tahun 2026 yang mewajibkan sekolah-sekolah memasukkan nilai-nilai kearifan lokal warisan leluhur ke dalam kurikulum melalui mata pelajaran muatan lokal secara terarah.

Koster menegaskan bahwa pembentukan sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Generasi muda Bali masa depan harus memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, moralitas, etika, serta jati diri budaya yang kuat.

“Kita tidak merancang orang yang biasa-biasa, tapi orang yang luar biasa ke depan. Kalau matematika dapat nilai 8, orang Bali yang kita desain ini tidak saja matematik 8, tapi plus, plus, plus. Yang hanya ada di Bali,” ujar Koster saat membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXIII Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (11/9/2026).

Kebijakan penguatan kurikulum berbasis karakter ini diambil sebagai langkah antisipasi dan pemulihan atas maraknya fenomena pergeseran nilai moral di tengah arus globalisasi, seperti meningkatnya sifat sombong hingga tindakan koruptif. Padahal, berdasarkan berbagai literatur peradaban Bali Kuno, sifat dasar (nature) masyarakat Bali adalah ulet, jujur, rendah hati, santun, serta lebih mendahulukan kewajiban daripada hak.

Koster juga mengutip ungkapan filosofis untuk mengingatkan pentingnya menanamkan etika sejak dini kepada para siswa. (It’s) good to be an important person, but it’s more important to be a good person (Bagus menjadi orang penting, tapi lebih penting lagi menjadi orang baik).

Oleh karena itu, instrumen seperti penggunaan aksara Bali, bahasa Bali, busana adat Bali, Bulan Bahasa Bali, hingga gelaran seni keagamaan Utsawa Dharma Gita diposisikan secara strategis di sekolah maupun masyarakat sebagai wahana utama pembentukan karakter dan pemeliharaan jati diri.

Ajang UDG XXXIII Provinsi Bali 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Taman Budaya Bali hingga 16 September 2026 dengan mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”. Kegiatan ini menghadirkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori, mulai dari membaca sloka, kakawin, kidung, hingga dharmawacana bahasa Bali dan Inggris yang melibatkan peserta usia anak-anak, remaja, hingga dewasa.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE