10/09/2026

Tidak Baik untuk Membajak, Ini Dewasa Ayu Kamis, 26 Maret 2026

jadwal rahinan selama januari 2025

kalender Bali tahun 2025/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pemahaman terhadap Ala Ayuning Dewasa atau tata cara penentuan hari baik dalam budaya Bali merupakan bentuk kearifan lokal yang bersifat teknis dan strategis.

Berdasarkan perhitungan astronomi dan metodologi tradisional untuk tanggal 26 Maret 2026, terdapat sejumlah parameter yang mengatur efektivitas kegiatan mulai dari sektor agraria hingga ritus sosial.

Sektor Agraria dan Pengolahan Lahan

Bagi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, hari ini menawarkan peluang spesifik melalui elemen Asuajeg Turun. Periode ini merupakan waktu yang sangat presisi untuk memulai penanaman komoditas padi, kacang-kacangan, hingga tanaman sirih.

Ketajaman analisis ini diperkuat dengan kehadiran Pepedan, yang secara khusus mendukung aktivitas pembukaan lahan pertanian baru. Meskipun demikian, para petani perlu memperhatikan batasan dari Kala Sor. Unsur ini memberikan peringatan teknis bahwa aktivitas yang bersentuhan langsung dengan tanah, seperti membajak atau pembuatan terowongan, memiliki risiko hambatan yang tinggi pada hari ini.

Industri Kreatif dan Pengolahan Api

Hari ini didominasi oleh energi api yang sangat kuat, terpantau melalui tiga indikator utama: Geni Murub, Geni Rawana, dan Gni Rawana Jejepan. Sinergi ketiga elemen ini menciptakan momentum ideal bagi industri yang mengandalkan suhu tinggi.

  • Produksi Material: Sangat disarankan untuk pembakaran bata mentah, genteng, keramik, hingga gerabah.
  • Pandai Besi: Inilah waktu yang tepat untuk menempa senjata tajam atau perkakas logam lainnya.
  • Batasan: Kendati kuat di sektor produksi, energi api ini bersifat destruktif terhadap struktur bangunan. Hindari aktivitas memasang atap rumah atau upacara melaspas (penyucian bangunan).

Kerajinan Instrumen dan Alat Tangkap

Bagi para seniman dan pengrajin, Macekan Agung dan Macekan Lanang menyediakan ruang untuk memproduksi benda-benda tajam dan perlengkapan sakral pura seperti tumbak dan senjata pengider-ider. Selain itu, pembuatan alat musik tradisional seperti gamelan, kentongan, dan genta sangat didukung oleh keberadaan Asuajeg Turun.

Dalam konteks perikanan, Kala Jangkut dan Pamacekan memberikan legitimasi kuat untuk pembuatan jaring, pencar, serta tombak penangkap ikan.

Manajemen Sosial dan Birokrasi

Dari sisi kepemimpinan, elemen Kala Raja muncul sebagai indikator positif. Hari ini sangat efektif untuk agenda pelantikan pejabat atau pengangkatan petugas baru. Secara sosiologis, individu yang ingin mengasah keterampilan seni dapat memanfaatkan energi Kala Jengking untuk mulai belajar menari atau menabuh instrumen musik.

Peringatan dan Tabu (Larangan)

Kedisiplinan dalam mengikuti dewasa menuntut perhatian pada beberapa aspek negatif yang muncul:

  1. Dina Carik & Panca Prawani: Kedua indikator ini menegaskan bahwa hari ini secara umum tidak disarankan untuk pengambilan keputusan besar yang bersifat umum (dewasa ayu).
  2. Upacara Manusa Yadnya: Kala Jengking secara spesifik melarang pelaksanaan upacara pernikahan, potong rambut, atau ritual yadnya lainnya karena dianggap tidak harmonis dengan sirkulasi energi hari ini.
  3. Aktivitas Fisik: Hindari pembuatan terowongan (kecuali untuk menanam umbi-umbian sesuai arahan Kala Luang) dan hindari pembangunan struktur atap rumah.

Ala Ayuning Dewasa, 26 Maret 2026

  • Asuajeg Turun. Baik untuk membuat penakut, menanam padi, kacang-kacangan, sirih. berburu, membuat alat bunyi-bunyian, kentongan, gamelan, genta, dll.
  • Dina Carik. Tidak baik dipakai dewasa.
  • Geni Murub. Baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lain-lain. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah.
  • Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.
  • Gni Rawana Jejepan. Baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, membuat senjata tajam (pande besi). Tidak baik mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam.
  • Kala Jangkut. Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.
  • Kala Jengking. Baik untuk mulai belajar menari, menabuh, membuat bubu, seser, jaring. Tidak baik untuk Manusa Yadnya, nikah, upacara potong rambut.
  • Kala Luang. Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.
  • Kala Pati Jengkang. Baik untuk mengadakan sabungan.
  • Kala Raja. Baik untuk segala pekerjaan, mengkat atau melantik petugas atau calon pejabat.
  • Kala Sor. Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.
  • Macekan Agung. Untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tumbak, senjata pengider-ider dll.
  • Macekan Lanang. Baik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya
  • Pamacekan. Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya
  • Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu.
  • Pepedan. Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
  • Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Patining Amerta, Pratiti: Bhawa.

    ***

    Pewarta: Redaksi

    Editor: Redaksi

    COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE