APINDO Bali Dorong Diversifikasi Ekonomi, Jangan Hanya Bertumpu pada Pariwisata
APINDO Bali Gelar Rakerkonprov dan Seminar 2026 Fokus pada Penguatan Regulasi, Pajak, dan UMKM di Tengah Tantangan Geopolitik/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bali mendorong penguatan sektor ekonomi alternatif sebagai langkah menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah perubahan global.
Ketua DPP APINDO Bali, I Nengah Nurlaba, S.H., mengatakan produktivitas dunia usaha saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh modal, melainkan kualitas sumber daya manusia dan hubungan industrial yang harmonis.
“Produktivitas kini bertumpu pada kualitas SDM dan hubungan industrial yang harmonis. Selain menjaga pariwisata, Bali juga harus menumbuhkan sektor alternatif yang tangguh,” tegas I Nengah Nurlaba.
Menurutnya, APINDO Bali berkomitmen memperkuat sinergi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota agar dunia usaha mampu beradaptasi menghadapi digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan artifisial (AI), hingga perubahan rantai pasok global.
Dalam Rakerkonprov tersebut, APINDO Bali menegaskan tiga prioritas utama, yakni memperkuat hubungan industrial yang harmonis, mendorong diversifikasi ekonomi melalui sektor industri kreatif, pertanian modern, ekonomi digital, dan manufaktur bernilai tambah, serta memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah.
Melalui kolaborasi tersebut, APINDO berharap lahir regulasi yang adaptif, birokrasi yang efisien, serta kepastian hukum sehingga mampu meningkatkan daya saing investasi di Bali.
***
