Permintaan Meningkat, Rektor Stikom Sebut Peluang Kerja Sarjana Komputer Kian Terbuka

 Permintaan Meningkat, Rektor Stikom Sebut Peluang Kerja Sarjana Komputer Kian Terbuka

Ketua Yayasan WDS Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., C.A., Prof. Dr. I Made Bandem, M.A, selaku Pembina Yayasan WDS Denpasar dan Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan (tengah).

Denpasar, Balikonten.com – Di tengah pandemi Covid-19 permintaan instansi dan industri terhadap Sarjana Komputer meningkat. Ini membuat peluang kerja lulusan itu kian terbuka. Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan ketika diwawancarai Kamis (18/2) di Denpasar mengakui hal itu.

Bahkan pihaknya kewalahan memenuhi permintaan sarjana komputer saat ini. “Permintaan itu selain datang perusahaan besar juga dari perusahaan perseorangan. Bahkan di Denpasar sendiri, sebuah perusahan TI berkembang pesat di masa pandemi Covid-19 dan membutuhkan banyak sarjana TI,” ujarnya dia.

Tingginya permintaan sarjana TI itu menurutnya dikarenakan saat ini semua aktivitas perusahaan dan lembaga pendidikan dilakukan secara daring (dalam jaringan) karena situasi pandemi Covid-19.

“Kita tidak tahu kapan situasi pandemi covid ini akan berakhir tapi hikmah terbesar yang bisa kita petik adalah bahwa kita memang harus menyesuaikan kehidupan dengan era baru, mengubah mindset kita dari kerja manual beralih ke kerja yang memanfaatkan teknologi informasi. Itulah yang terjadi sekarang,” terangnya.

Peluang itu, menurutnya menggambarkan potensi Bali di Bidang Teknologi, bisnis digital sangat besar. Oleh sebab itu ITB STIKOM Bali membuat terobosan dengan membuka Program Studi Strata 1 (S1) Bisnis Digital sejak tahun tahun lalu.

“Kami membuka Jurusan Bisnis Digital karena era sekarang era bisnis digital. Bali punya potensi luar biasa, dan terbukti setelah kami buka peminatnya luar biasa, sekarang berada pada rangking 2 prodi paling diminati,” beber Dadang.

Dadang memaparkan, Prodi Bisnis Digital ini adalah gabungan dari ilmu TI dan ilmu bisnis. Sebab saat ini paradigma para pebisnis sudah berubah. Para pebisnis tidak ada lagi merekrut sarjana dari bidang tertentu misalnya, manajemen, marketing, akuntansi, pajak yang kemudian dilatih ilmu TI, maka kini hal itu tidak berlaku lagi.

BACA JUGA:  Ketahui Banten yang Digunakan untuk Tumpek Krulut, Saniscara Kliwon Hari Kasih Sayang

“Saat ini, para pebisnis merekrut sarjana TI lalu kemudian dilatih ilmu manajemen, marketing, akuntansi, dan pajak,” pungkas Dadang.

Saat ini, mahasiswa ITB Stikom Bali yang bernaung di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar berjumlah 6,500.

Mereka tersebar di lima program studi. Yakni, Prodi Sistem Komputer, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Bisnis Digital, Manajemen Informatika, National Dual Degree bekerjasama dengan Binus University Jakarta dengan program Sarjana Komputer dari Stikom Bali dan Sarjana Manajemen dari Binus Jakarta.

Selain itu, International Dual Degree bekerjasama dengan Help University Malaysia dengan program Sarjana Komputer dari Stikom Bali dan Bachelor of Information Technology dari Help University). ITB Stikom Bali memiliki tiga kampus, yakni Kampus Renon, Denpasar, Kampus Jimbaran dan Kampus Abiansemal di Kabupaten Badung. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!